Korban Tewas Demonstrasi Myanmar Tembus 500 Orang, Militer Gunakan Senjata Kaliber Besar

Anton Suhartono
Korban tewas dalam demonstrasi anti-kudeta Myanmar menembus 500 orang (Foto: Reuters)

Sebagai respons, tiga kelompok etnis, yakni Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, Tentara Arakan, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, mengeluarkan pernyataan bersama mendesak militer untuk berhenti membunuh pengunjuk rasa dan menyelesaikan masalah politik dengan damai.

Jika tidak dipenuhi, mereka akan bekerja sama dengan semua anak bangsa melakukan demi mempertahankan diri.

Pemberontak dari berbagai kelompok etnis sudah berperang dengan pemerintah pusat selama puluhan tahun demi memperjuangkan otonomi lebih luas. Meski banyak kelompok setuju untuk gencatan senjata, pertempuran tetap berkobar dalam beberapa hari terakhir.

Bentrokan besar meletus pada akhir pekan di dekat perbatasan Thailand antara pasukan junta militer dengan pejuang etnis minoritas Persatuan Nasional Karen (KNU).

Akibatnya sekitar 3.000 warga desa melarikan diri ke Thailand untuk menghindari gempuran jet-jet tempur pasukan Myanmar ke daerah-daerah yang dikuasai KNU.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

7 hari lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

15 hari lalu

TNI Ungkap Masih Ada Warga Disandera KKB di Papua, Operasi Pengejaran Diperketat

18 hari lalu

Dari Medan Perang ke Pasar Gelap, Senjata Israel Dicuri Jatuh ke Geng Kriminal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal