Korsel Tolak Pernyataan Presiden China Xi Jinping soal Menjajah Korut

Anton Suhartono
Kang Kyung Wha menolak pernyataan Presiden China Xi Jinping bahwa negaranya menjajah Korut dalam Perang Korea (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel) tidak terima dengan pernyataan Presiden China Xi Jinping bahwa negara itu menjajah Korea Utara (korut) dalam Perang Korea. Xi dianggap telah memutarbalikkan sejarah saat berpidato memperingati 70 tahun Perang Korea pekan lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan Kang Kyung Wha menganggap pernyataan Xi itu tidak akurat. Dalam pidatonya Xi mengatakan, China berperang melawan penjajah imperialis selama Perang Korea yang berlangsung pada 1950-1953.

Saat itu China dan Uni Soviet berperang membantu Korut menghadapi Korsel yang didukung Amerika Serikat (AS) serta negara Barat di bawah PBB.

"Perdebatan internasional tentang hal ini telah dihentikan," kata Kang, dalam pernyataannya kepada parlemen.

Dia menegaskan Korut lah yang memulai peperangan bersama sekutunya Uni Soviet dan China dengan menyerang Korsel.

"Fakta tersebut dengan jelas dinyatakan dan diakui oleh Dewan Keamanan PBB. Kami melakukan langkah-langkah komunikasi yang diperlukan dengan China mengenai masalah ini," ujarnya.

Menteri Pertahanan Korsel Suh Wook juga menegaskan penolakan atas klaim Xi tersebut.

"Jelas sekali Korut yang menginvasi Korsel, di bawah dorongan Stalin dan Mao Zedong," kata Suh, di kesempatan yang sama.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
17 menit lalu

Iran Siap Perang Darat Lawan AS: Kami Akan Sambut Mereka!

Nasional
26 menit lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Internasional
7 jam lalu

Iran Ditipu Fasilitas Energi Nuklirnya Diserang: AS-Israel Akan Bayar dengan Harga Mahal!

Nasional
15 jam lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal