Krisis Keuangan Parah, Sri Lanka Sering Lakukan Pemadaman Listrik

Muhammad Fida Ul Haq
Sri Lanka sering lakukan pemadaman listrik akibat krisis keuangan. (Foto: Reuters)

Negara tersebut menyatakan kebangkrutan pada April 2022 dengan lebih dari 83 miliar dolar Amerika Serikat utang, lebih dari setengahnya kepada kreditor asing.

Di bawah kepemimpinan Presiden baru, Ranil Wickremesinghe, pasokan listrik telah dipulihkan. Namun, ada ketidakpuasan publik yang meningkat terhadap upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dengan menaikkan tarif listrik dan memberlakukan pajak penghasilan baru yang berat bagi para profesional dan bisnis.

Sri Lanka telah mencari dukungan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menyelamatkan ekonomi.

IMF setuju pada Maret untuk paket bantuan sebesar 2,9 miliar dolar AS, melepaskan pembayaran pertama tak lama setelahnya. Namun, IMF menunda bagian kedua, dengan alasan pengawasan yang tidak memadai dan restrukturisasi utang.

Pemeriksaan IMF pada September menyatakan bahwa ekonomi Sri Lanka sedang pulih, tetapi negara tersebut perlu meningkatkan administrasi pajak, menghapus pengecualian, dan menindak tegas penggelapan pajak.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
15 jam lalu

Pramono Tegaskan Polusi Jakarta Disebabkan Banyak Faktor, Singgung Dampak PLTU

2 hari lalu

Kebakaran Landa Permukiman di Senen Jakpus, Pemadaman Masih Berlangsung

2 hari lalu

Kebakaran Landa Rumah di Senen Jakpus, 115 Personel Damkar Dikerahkan

1 bulan lalu

Kerugian Negara akibat Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Tembus Rp38,8 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal