Kritik Kampanye Perubahan Iklim Biden, Trump: Udara China dan India Jauh Lebih Kotor

Ahmad Islamy Jamil
Calon presiden petahana AS, Donald Trump (kiri), dan pesaingnya, Joe Biden, dalam debat kandidat terakhir di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10/2020) malam waktu setempat. (Foto: AFP)

Menurut perhitungan para ilmuwan, bumi telah menghangat sekitar 1 derajat Celsius (34 derajat Fahrenheit) dari tingkat era praindustri. Kenaikan suhu itu cukup untuk meningkatkan intensitas gelombang panas yang mematikan, kekeringan, dan badai tropis.

Trump telah menarik AS keluar dari Kesepakatan Iklim Paris 2015—yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan membatasi pemanasan global “jauh di bawah” 2 derajat Celsius.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Respons Trump, Iran Balik Ancam Akan Hancurkan Semua Fasilitas AS di Timur Tengah

Internasional
2 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Internasional
2 hari lalu

Nah, Pemerintahan Trump Mulai Waswas Harga BBM Melonjak Dampak Serangan ke Iran

Internasional
2 hari lalu

PM Spanyol Sanchez: Eropa Menentang Perang Iran, Ilegal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal