Kudeta Militer Myanmar, PBB Khawatir Muslim Rohingya Makin Tertindas

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Myanmar. (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir kudeta militer di Myanmar bakal makin memperburuk keadaan sekitar 600.000 Muslim Rohingya yang masih berada di negara itu. Kekhawatiran itu muncul di saat Dewan Keamanan (DK) PBB berencana menggelar pertemuan terkait perkembangan terbaru situasi di Myanmar, Selasa (2/2/2021).

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada Senin (1/2/2021) dalam kudeta melawan pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis. Sejumlah pejabat negara, termasuk Aung San Suu Kyi, ditahan bersama dengan para pemimpin politik lainnya dalam penggerebekan dini hari kemarin.

Kekerasan dan aksi biadab militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine Myanmar pada 2017, menyebabkan lebih dari 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Saat ini, orang-orang yang terusir dari kampung halaman mereka itu masih terdampar di kamp-kamp pengungsian Bangladesh. 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan negara-negara Barat menuduh militer Myanmar melakukan genosida dan pembersihan etnik terhadap Muslim Rohingya.

“Ada sekitar 600.000 orang Rohingya yang (masih) tinggal di Negara Bagian Rakhine, termasuk 120.000 orang yang secara efektif dikurung di kamp. Mereka tidak dapat bergerak bebas dan memiliki akses yang sangat terbatas atas layanan kesehatan dan pendidikan dasar,” ungkap Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan, dikutip Reuters, hari ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup

57 tahun lalu

PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza

57 tahun lalu

PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal