Kudeta Militer Myanmar, PBB Khawatir Muslim Rohingya Makin Tertindas

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Myanmar. (Foto: AFP)

China—yang didukung oleh Rusia—melindungi Myanmar dari sanksi DK PBB secara signifikan menyusul penumpasan etnik Rohingya oleh militer pada 2017. Beijing dan Moskow adalah pemilik hak veto di DK PBB seperti halnya Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Misi China di PBB mengatakan kepada Reuters, mereka berharap untuk mengetahui lebih banyak tentang perkembangan terbaru di Myanmar lewat rapat DK Selasa waktu AS. “Kami juga berharap bahwa setiap langkah DK akan kondusif bagi stabilitas Myanmar daripada membuat situasi menjadi lebih rumit,” kata juru bicara misi PBB di China.

Militer Myanmar menyatakan, penahanan Suu Kyi dan elite politik lainnya adalah respons atas “kecurangan pemilu”. Militer pun menyerahkan kekuasaan kepada Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar,  Min Aung Hlaing, dan memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
18 jam lalu

Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI

Nasional
3 hari lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Internasional
4 hari lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

Destinasi
5 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal