Kutuk Rusia soal Perjanjian Nuklir, AS: Mereka Terus Berbohong

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki pada 16 Juli. (Foto: Brendan Smialowski/AFP/Getty Images)

"Mereka terus membual soal transparansi, mereka terus menghindari pertanyaan, mereka terus memberi informasi palsu mengenai kemampuan rudal dan aktivitas uji coba."

AS memberi Rusia waktu hingga 2 Februari untuk memulihkan kepatuhannya pada perjanjian itu. Namun Thompson menambahkan, tidak ada tanda bahwa mereka akan melakukan hal itu.

Rusia sendiri membantah pihaknya melanggar perjanjian itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan pihaknya sudah mengajukan "proposal konstruktif" di Jenewa.

"Masalah yang dihadapi adalah jangkauan sistem, jadi tampilan statis dari sistem tidak memberi tahu saya sejauh mana rudal itu bisa terbang," katanya.

Thompson mengatakan AS ingin melihat rudal itu dalam uji coba dan bukan lingkungan di mana militer Rusia dapat mengendalikannya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
34 menit lalu

RI Minta Rusia Setop Rekrutmen WNI Jadi Tentara, Pengamat: Langkah Tepat

49 menit lalu

Pria Ngaku Dapat Perintah Gaib Bunuh Trump Ditangkap Dekat Gedung Putih

2 jam lalu

Menhan AS Hegseth Yakin Pemakzulannya Gagal, Singgung Trump 2 Kali Lolos

3 jam lalu

Pembalasan Brutal! Iran Incar Pemimpin Musuh, jika...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal