Lagi, 2 Demonstran Myanmar Tewas Ditembak Aparat

Djairan
Para pendemo di Myanmar berlindung dari serangan aparat keamanan. (Foto: Reuters)

Toko-toko, pabrik hingga bank ditutup di kota terbesar Myanmar, Yangon, setelah beberapa serikat pekerja kompak menyerukan mogok kerja dan penutupan ekonomi, untuk melawan penguasa junta militer negara itu.

Sembilan serikat pekerja yang mencakup sektor-sektor termasuk konstruksi, pertanian hingga manufaktur meminta masyarakat Myanmar mogok kerja. Mereka berharap upaya itu bisa menekan junta militer untuk menghentikan kudeta dan memulihkan pemerintahan sipil.

“Membuka kegiatan ekonomi hanya akan menguntungkan militer, energi kita rakyat Myanmar akan tersita. Sekaranglah waktunya untuk bertindak mempertahankan demokrasi kita,” ujar salah satu serikat pekerja dalam sebuah pernyataan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 hari lalu

Di Simulasi PBB Ini, Anak Muda Terbuka Bahas Konflik Antarnegara hingga Hukuman Mati

18 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

20 hari lalu

MUI Puji Delegasi Indonesia Walk Out saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB

20 hari lalu

Menlu Sugiono di Sidang Umum PBB: Indonesia Akan Terus Bersama Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal