Lai Ching Te Dilantik sebagai Presiden Taiwan, Desak China Hentikan Intimidasi

Anton Suhartono
Lai Ching Te dilantik sebagai presiden Taiwan yang baru (Foto: Reuters)

Taiwan menghadapi tekanan kuat dari China, termasuk aktivitas militer di dekat wilayah, sejak kemenangan Lai dalam pemilu lalu. China menyebut Lai sebagai tokoh separatis, tak jauh berbeda dengan pendahulunya Tsai.

“Sesama rakyat, kita punya cita-cita untuk mewujudkan perdamaian, tapi kita tidak boleh berilusi. Sebelum China berhenti menggunakan kekuatan militer untuk menyerang Taiwan, rakyat harus memahami hal ini: Sekalipun kita menerima semua klaim China dan menyerahkan kedaulatan, ambisi China untuk mencaplok Taiwan tidak akan pernah hilang,” ujarnya.

Pelantikan Lai dihadiri mantan pejabat AS sebagai utusan Presiden Joe Biden, anggota parlemen beberapa negara termasuk Jepang, Jerman dan Kanada, serta para pemimpin dari 12 negara yang masih menjalin hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, seperti Presiden Paraguay Santiago Pena.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengucapkan selamat kepada Lai dengan mengatakan negaranya berharap dapat bekerja sama untuk memajukan kepentingan dan nilai-nilai bersama, memperdalam hubungan tidak resmi yang telah lama terjalin, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel

Internasional
7 jam lalu

Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Kecam Serangan Iran ke Negara Arab

Internasional
8 jam lalu

Trump Klaim AS Hanya Butuh Waktu 1 Jam Kalahkan Iran

Internasional
10 jam lalu

Trump Deklarasikan Menang Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal