Laporan PBB Sebut Produksi Opium Afghanistan Anjlok setelah Taliban Berkuasa

Ahmad Islamy Jamil
Seorang anak Afghanistan terpaksa menjadi petani opium setelah sekolahnya ditutup karena pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi Covid-19. (Foto: NBC)

Akan tetapi, hal tersebut juga berisiko meningkatkan penggunaan bahan narkoba alternatif seperti fentanil atau opioid sintetik secara global, menurut UNODC, meski itu bukan menjadi urusan Taliban maupun rakyat Afghanistan.

Pemimpin spiritual tertinggi Taliban melarang penanaman narkotika pada April 2022. Kementerian Dalam Negeri Taliban pun menyatakan bakal menghancurkan tanaman sejenis yang masih tersisa. 

Pada 2000, semasa pemerintahan mereka sebelumnya, Taliban melarang penanaman opium karena mereka mencari legitimasi internasional. Akan tetapi, pada waktu itu mereka menghadapi reaksi keras dari masyarakat Afghanistan.

Banyak provinsi di mana Taliban secara historis mendapatkan dukungan tingkat tinggi, seperti Helmand di bagian selatan, ternyata memiliki konsentrasi penanaman opium poppy yang besar. UNODC mengatakan, banyak petani telah beralih ke menanam gandum namun pendapatan mereka menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan opium.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
17 hari lalu

Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan

Nasional
17 hari lalu

Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Internasional
17 hari lalu

Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan dan Afghanistan, bak Langit dan Bumi

Internasional
17 hari lalu

Memanas! Pasukan Afghanistan Kembali Gempur Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal