Laporan PBB Sebut Produksi Opium Afghanistan Anjlok setelah Taliban Berkuasa

Ahmad Islamy Jamil
Seorang anak Afghanistan terpaksa menjadi petani opium setelah sekolahnya ditutup karena pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi Covid-19. (Foto: NBC)

“Hal ini menghadirkan peluang nyata untuk mencapai hasil jangka panjang dalam melawan pasar opium gelap dan dampak buruk yang ditimbulkannya baik secara lokal maupun global,” kata laporan itu.

Sisi positifnya, penyusutan besar dalam pasokan dari Afghanistan pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan penggunaan opium secara internasional. Apalagi, negeri itu sebelumnya memasok sekitar 80 persen opium ilegal di dunia.

Akan tetapi, hal tersebut juga berisiko meningkatkan penggunaan bahan narkoba alternatif seperti fentanil atau opioid sintetik secara global, menurut UNODC, meski itu bukan menjadi urusan Taliban maupun rakyat Afghanistan.

Pemimpin spiritual tertinggi Taliban melarang penanaman narkotika pada April 2022. Kementerian Dalam Negeri Taliban pun menyatakan bakal menghancurkan tanaman sejenis yang masih tersisa. 

Pada 2000, semasa pemerintahan mereka sebelumnya, Taliban melarang penanaman opium karena mereka mencari legitimasi internasional. Akan tetapi, pada waktu itu mereka menghadapi reaksi keras dari masyarakat Afghanistan.

Banyak provinsi di mana Taliban secara historis mendapatkan dukungan tingkat tinggi, seperti Helmand di bagian selatan, ternyata memiliki konsentrasi penanaman opium poppy yang besar. UNODC mengatakan, banyak petani telah beralih ke menanam gandum namun pendapatan mereka menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan opium.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
15 hari lalu

Kepala BNN soal Lapas Overkapasitas: 80 Persen Tahanan Narkotika

18 hari lalu

Horor! Serangan Bom Hantam Pos Polisi di Pakistan, 12 Orang Tewas

23 hari lalu

Polisi Pastikan Selebgram Jule Bukan Pengedar Narkotika Jenis Vape Etomidate: Hanya Pengguna

30 hari lalu

BNNP Sumbar Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja di Pasaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal