WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) menyiapkan serangan ke Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores, sejak beberapa bulan lalu.
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menjelaskan, serangan ke Venezuela juga melibatkan 150 lebih pesawat militer.
"Perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan. Kata integrasi tidak menjelaskan kompleksitas misi tersebut, evakuasi yang sangat tepat, melibatkan lebih dari 150 pesawat yang lepas landas di seluruh Belahan Bumi Barat," kata Caine, dalam konferensi pers bersama Presiden Donald Trump, dikutip dari AFP, Minggu (4/1/2026).
Caine menambahkan pasukan AS melakukan latihan manuver selama beberapa bulan. Selain itu pasukan AS juga mempelajari segala hal tentang Maduro, termasuk di mana dia berada setiap waktu, apa yang dimakan dan pakaian yang dikenakan, hingga hewan peliharaan.
"Kami berpikir, kami mengembangkan, kami melatih, kami berlatih, kami melakukan evaluasi, kami berlatih lagi, dan lagi," kata Caine, hingga diputuskan pasukan dinyatakan siap menjalankan operasi sejak awal Desember 2025.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS melakukanb latihan penangkapan Maduro di sebuah bangunan replika.
"Mereka membangun rumah yang mirip dengan rumah yang mereka masuki, dengan semua detail yang sama, semua baja di mana-mana," kata Trump.
Trump menggambarkan Maduro dikawal sangat ketat di istana kepresidenan yang seperti benteng.