TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat, negara-negara yang selama ini bersinggungan dengan Washington mulai memainkan kartu mereka di panggung geopolitik global. Salah satunya adalah Samudera Hindia, yang kini menjadi arena strategis bagi unjuk kekuatan militer gabungan antara Iran, China, dan Rusia.
Latihan gabungan angkatan laut yang dikenal sebagai “Maritime Security Belt” kembali direncanakan di perairan Samudera Hindia bagian utara pada pertengahan Februari, melibatkan unit dari Angkatan Laut Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta AL China dan Rusia. Ini merupakan latihan kedelapan sejak inisiatif pertama dimulai pada 2019.
Samudera Hindia: Titik Strategis Global
Samudera Hindia bukan sekadar lautan luas, kawasan ini menjadi jalur utama perdagangan global, yang menyumbang persentase besar PDB dunia dan dilewati oleh kapal-kapal pengangkut komoditas energi serta barang industri penting.
Pantai Samudera Hindia membentang dari Afrika Timur hingga Asia Selatan dan Australia, menjadikannya ruang strategis bagi kekuatan global dan regional.
Dalam konteks latihan militer tiga negara ini, Samudera Hindia menjadi panggung penting karena:
Unjuk Kekuatan di Tengah Ketegangan Global
Latihan Maritime Security Belt bukan hanya soal pelatihan teknis, tetapi juga simbol politik yang kuat. Dengan menghadirkan armada dari tiga negara besar dunia di perairan yang sama, pesan yang disampaikan adalah jelas: adanya koordinasi militer yang berkembang di luar blok Barat, terutama di tengah ancaman AS terhadap Iran dan tekanan diplomatik yang intens.
Pakta latihan ini memiliki beberapa makna strategis: