Lebah betina mencapai panjang 3,8 sentimeter dan memiliki bentang sayap lebih dari 6 cm. Sedangkan jantan lebih kecil yakni memiliki panjang sekitar 2,3 cm.
Serangga ini diberi nama sesuai dengan ilmuwan Inggris Alfred Russel Wallace yang merumuskan teori evolusi melalui seleksi alam, sebelum lahir teori Charles Darwin.
Wallace mengumpulkan spesies ini untuk pertama kalinya pada 1858 sambil menjelajahi pulau Bacan di Indonesia.
Spesies itu dianggap punah hingga ditemukan kembali pada 1981 oleh Adam Messer, ahli entomologi Amerika. Dia juga menemukan enam sarang di pulau Bacan dan dua pulau terdekat lainnya. Namun sejak itu lebah ini tidak terlihat lagi.