Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19

Anton Suhartono
Seperti virus corona, Nipah juga berasal dari kelelawar (Foto: Reuters)

Tentu saja ilmuwan fokus pada patogen yang berisiko besar mengancam kesehatan manusia, memiliki potensi epidemi, dan belum ada vaksinnya. Virus Nipah masuk dalam 10 besar daftar itu dengan sejumlah wabah sudah terjadi di Asia.

Ada beberapa alasan mengapa virus Nipah menyeramkan. Masa inkubasi penyakit yang ditimbulkan sangat lama, dalam satu kasus bisa mencapai 45 hari. Ini berarti ada banyak kesempatan bagi orang yang terpapar untuk menularkan ke yang lain. Bahkan mereka tidak sadar sedang terinfeksi.

Selain itu virus ini juga bisa menginfeksi berbagai macam hewan membuat kemungkinan penyebarannya semakin besar. Penularan bisa melalui kontak langsung atau dari makanan yang terkontaminasi.

Orang yang terinfeksi virus Nipah bisa mengalami gejala pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, dan ensefalitis atau pembengkakan otak yang dapat menyebabkan kejang dan kematian. 

Ini merupakan penyakit yang sedang dicegah oleh WHO agar tidak menyebar sebagaimana corona.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Terbang ke Chiang Rai Bersama Scoot, Kehangatan Perjalanan yang Membekas di Hati 

5 hari lalu

Tragis, Pegolf Muda Tewas Tersambar Petir saat Kompetisi

5 hari lalu

Keindahan Chiang Rai, Harta Karun dari Thailand Utara yang Wajib Dikunjungi

6 hari lalu

Menjelajahi Cita Rasa Chiang Rai lewat Sajian Istimewa di Kahavadi, Dijamin Jatuh Hati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal