Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19

Anton Suhartono
Seperti virus corona, Nipah juga berasal dari kelelawar (Foto: Reuters)

BANGKOK, iNews.id - Dunia, khususnya Asia, diintai virus baru yang tak kalah mematikan yakni Nipah. Angka kematian akibat virus yang berasal dari kelelawar ini bahkan jauh di atas corona, yakni 75 persen dan sejauh ini belum ada vaksinnya.

Saat dunia sedang fokus pada penanganan pandemi Covid-19 yang disebabkan corona, sebagian ilmuwan bekerja keras untuk memastikan Nipah tidak akan menjadi pandemi berikutnya.

Ahli virus dari Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand Supaporn Wacharapluesadee termasuk salah satunya. Sejak 10 tahun terakhir dia menjadi bagian dari Predict, yakni upaya internasional untuk mendeteksi dan menghentikan penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia.

Dia dan timnya telah mengambil sampel banyak spesies, namun fokus utama mereka adalah kelelawar, yang juga diketahui menyimpan banyak virus corona.

Saat perhatian dunia tertuju pada Covid-19, Wacharapluesadee sudah mendeteksi ancaman pandemi berikutnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

5 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

6 hari lalu

Momen Raja dan Ratu Thailand Jadi Pilot-Kopilot, Terbangkan Pesawat ke Vietnam

15 hari lalu

Thailand Deportasi Warga Prancis Cekcok dengan Turis Israel, Sempat Kibarkan Bendera Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal