CHICAGO, iNews.id - Lebih dari 32.500 guru dan staf lainnya mogok kerja di Chicago, Amerika Serikat (AS), Kamis (17/10/2019). Hal itu menyebabkan lebih dari 300.000 siswa tak bisa belajar di sekolah.
Inti dari demonstrasi yang dilakukan adalah terkait jumlah dan sumber daya kelas, bukan upah. Para guru mengatakan mereka ingin ada lebih banyak pekerja sosial, perawat, dan pustakawan bagi siswa mereka.
Dan mereka menginginkan kontrak tiga tahun alih-alih dikunci dalam penawaran lima tahun kontrak saat ini.
Seorang guru di South Side mengatakan hanya memiliki satu perawat di sekolahnya dan bekerja satu hari dalam sepekan. Hal itu, menurutnya, berbahaya.
"Setiap sekolah harus memiliki perawat yang bekerka lima hari sepekan," kata guru yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, seperti dilaporkan AFP, Jumat (18/20/2019).