Lebih Menular daripada Delta, Covid Lambda Sudah Menyebar di Hampir 30 Negara

Anton Suhartono
Jenazah pasien Covid-19 di RS Puccalpa, Peru, dipindahkan. Sebanyak 81 persen kasus infeksi Covid di Peru sejak April melibatkan varian Lambda (Foto: Reuters)

SYDNEY, iNews.id - Virus corona varian Lambda yang pertama kali ditemukan di Peru sudah menyebar di hampir 30 negara dalam 4 pekan terakhir, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Inggris, Lambda sudah ditemukan dalam enam kasus, memicu kekhawatiran munculnya gelombang baru. 

Lambda membuat para ilmuwan WHO geleng-geleng kepala karena kecepatan penyebarannya. Di Peru, kasus Lambda ditemukan pada 81 persen penderita sejak April.

Bukan hanya itu, Peru saat ini menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia akibat Covid, memunculkan kekhawatiran bahwa varian ini bukan hanya lebih menular, tapi juga mematikan.

Profesor Universitas Cayetano Peru Heredia Pablo Tsukayama mengatakan, ledakan strain Lambda dengan cepat mendominasi kasus infeksi.

“Itu menunjukkan tingkat penularannya yang lebih tinggi daripada varian lain,” katanya, dikutip dari News.com.au, Senin (5/7/2021).

Pernyataan Tsukayama didukung oleh laporan dari Direktur Welcome Sanger Institute, Covid-19 Genomics Initiative di London, Jeff Barrett.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Health
5 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
5 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
5 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Health
5 hari lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal