Lembaga China: AS dan Sekutu Eropa Bakal Menderita karena Dukung Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Seorang prajurit berjalan di dekat kendaraan yang hangus usai diserang prajurit Rusia, pekan lalu. (Foto: AP)

Sejumlah perusahaan asing, termasuk BP Plc dan Shell Plc, telah meninggalkan Rusia karena risiko keuangan dan reputasi negara itu. Sementara, ekspor logam industri negeri beruang merah juga merosot setelah para pembeli komoditas dan pemodal di sana memilih untuk angkat kaki.

Kendati demikian, China dapat memberikan dukungan kepada Rusia agar hukuman itu tidak terlalu keras. Perusahaan-perusahaan China diperkirakan akan mengambil minyak Rusia setelah harganya didiskon, ketika sanksi menghalangi negara-negara lain untuk membelinya.

Situasi semacam itu juga dapat memberikan jalur kehidupan finansial yang menguntungkan bagi Beijing, karena People's Bank of China memiliki pertukaran mata uang multimiliar dolar dengan mitranya di Moskow. Hal ini memungkinkan kedua negara tersebut menyediakan likuiditas untuk bisnis, sehingga mereka dapat melanjutkan perdagangan.

Rusia juga telah berupaya untuk menghapus cengkeraman dolar AS atas sistem keuangannya dalam beberapa tahun terakhir, yakni dengan menjual sebagian besar surat berharga US Treasuries pada 2018, seiring persiapan Moskow untuk menghadapi sanksi potensial.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia

Internasional
33 menit lalu

Penasihat Trump: Menyerang Iran saat Ini Kesalahan Besar!

Nasional
8 jam lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Internasional
8 jam lalu

Terungkap! Trump Belum Mau Serang Iran, Israel yang Ngotot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal