Longsor Papua Nugini Timbun 2.000 Orang, Alat Berat Tak Bisa Jangkau Lokasi

Anton Suhartono
Pengiriman alat berat ke lokasi longsor di Yambali, Papua Nugini, terhambat akibat runtuhnya jembatan (Foto: Reuters)

JENEWA, iNews.id - Pengiriman alat berat untuk mencari korban tanah longsor di Yambali, Papua Nugini (PNG) terhambat akibat runtuhnya jembatan yang berada di jalur utama. Pasokan bantuan untuk warga terdampak bencana di Yambali, Provinsi Enga, juga terpengaruh.

Juru Bicara badan PBB Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Itayi Viriri mengatakan, alat berat yang dikirim ke lokasi gempa harus mengambil jalur alternatif, memutar jauh lebih panjang dan lama. Kondisi tersebut sangat berpengaruh dalam pencarian korban yang sampai hari ini sudah memasuki 4 hari hingga hari ini.

“Jadi apa yang terjadi adalah (runtuhnya jembatan) telah memutus jalan raya utama yang mengarah ke (provinsi) Enga,” kata Viriri, dalam konferensi pers dari Jenewa, Swiss, dikutip dari Reuters, Selasa (28/5/2024). 

Kondisi diperparah dengan hujan yang masih turun, membuat jalan yang masih tanah menjadi licin. Selain itu hujan membuat tanah di lokasi longsor menjadi tak stabil, membahayakan nyawa tim penyelamat.

Sebelumnya pemerintah meminta ribuan warga yang tinggal di jalur longsor untuk mengungsi. Tanah di area tersebut tak stabil dan masih terus bergeser.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

PBB: Iran Eksekusi Mati 21 Orang, Sebagian Dituduh Mata-Mata

Nasional
6 hari lalu

Retno Marsudi Bertemu Presiden Tokayev, Perkuat Kerja Sama RI-Kazakhstan terkait Air dan Iklim

Internasional
7 hari lalu

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, PBB Desak Israel Hentikan Serangan

Nasional
7 hari lalu

Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, RI Kutuk Keras Serangan Israel 

Nasional
11 hari lalu

BPS Tepis Tudingan Intervensi Data, Buka-bukaan soal Rumitnya Metodologi Penghitungan Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal