Machu Picchu Dibuka Kembali Setelah Tutup 8 Bulan akibat Pandemi Covid-19

Anton Suhartono
Machu Picchu kembali dibuka pada 1 November setelah tutup 8 bulan akibat pandemi Covid-19 (Foto: AFP)

Menurunnya jumlah kasus virus corona di Peru merupakan sinyal positif. Meski demikian, wisatawan tak boleh lengah dengan tetap menjaga jarak sosial.

Lockdown Covid-19 memberikan pukulan telak bagi puluhan ribu warga Peru yang mengandalkan pendapatan dari pariwisata, terutama mereka yang bermukim di pegunungan Cusco tempat benteng yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia itu berada.

Puluhan hotel, restoran, dan bisnis lain terkait pariwisata di seluruh wilayah pegunungan bangkrut. Kondisi sedikit membaik setelah pemerintah mencabut lockdown pada Juli lalu, meskipun Machu Picchu tetap ditutup.

Seorang sopir taksi Eberth Hancco termasuk di antara mereka yang terkena dampak. Saat kondisi normal dia biasa membawa beberapa turis dari bandara Kota Cusco, bekas ibu kota kerajaan Inca.

"Situasinya sangat buruk karena Cusco bergantung pada pariwisata," katanya.

Sebelum pandemi, ada 80 hotel di Ollantaytambo, kota tedekat dari Machu Picchu yang terletak di ujung jalan dari Cusco.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Unik! Polisi Peru Nyamar Jadi Maskot Piala Dunia 2026 saat Tangkap Pengedar Narkoba

57 tahun lalu

Publik Khawatir Hantavirus Jadi Pandemi Jilid 2, Begini Kata Dokter

57 tahun lalu

2 Kereta Bawa Turis Objek Wisata Machu Picchu Peru Bertabrakan

57 tahun lalu

Gempa Besar M6,2 Guncang Peru, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal