Kisah Mahasiswa Afrika Terjebak di Wuhan: Semua Ketakutan, Kami Seperti Terkurung di Sel

Nathania Riris Michico
Dr. Khamis Hassan Bakari dari Tanzania, berpose di Wuhan, China, 27 Januari 2020. (FOTO: Khamis Hassan Bakari via AP)

JOHANNESBURG, iNews.id - Supermarket yang biasanya ramai di Wuhan tampak sepi, terlihat lebih asing dari sebelumnya. Khamis Hassan Bakari berjalan di gang-gang dan melihat hanya ada dua pembeli lain, rasa takut pun terasa.

"Semua orang takut. Takut melihat siapa pun," kata dokter Tanzania berusia 39 tahun itu, kepada Asssociated Press, Selasa (28/1/2020).

Saat ini pihak berwenang di seluruh dunia melalukan pencegahan penyebaran virus korona baru yang berasal dari di Wuhan, kota industri China yang berpenduduk 11 juta jiwa.

"Anda bahkan tidak ingin supermarket menyentuh produk yang Anda beli."

Bakari berbicara dengan The Associated Press pekan ini dari perumahan universitas-nya di Wuhan. Akses transportasi terputus, jalanan sebagian besar kosong, dan Perayaan Tahun Baru Imlek batal.

Dengan ribuan orang asing terdampar di Wuhan, negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang bersiap-siap mengevakuasi beberapa warga mereka. Sedangkan mahasiswa PhD ini menjadi pemimpin bagi ratusan rekan-rekan Afrika yang hanya memiliki sedikit peluang mendapat kesempatan yang serupa.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

3 hari lalu

Presiden Taiwan Dievakuasi Pakai Kendaraan Lapis Baja, Siap-Siap Hadapi Serangan China

3 hari lalu

Purbaya Bocorkan Rencana China Perpanjang Jalur Whoosh hingga Jatim

4 hari lalu

China Balas Dendam! Hukum 6 Perusahaan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal