Kisah Mahasiswa Afrika Terjebak di Wuhan: Semua Ketakutan, Kami Seperti Terkurung di Sel

Nathania Riris Michico
Dr. Khamis Hassan Bakari dari Tanzania, berpose di Wuhan, China, 27 Januari 2020. (FOTO: Khamis Hassan Bakari via AP)

Kekhawatiran itu nyata. Bahkan ekonomi paling maju di Afrika, Afrika Selatan, mengisyaratkan tidak akan mengevakuasi warga. Pada Minggu lalu, mereka menyatakan kepada mahasiswa di China untuk mematuhi instruksi universitas, memperingatkan bahwa pergi tanpa izin akan mendapat konsekuensi.

Berbicara melalui telepon, Bakari terdengar sangat santai, bahkan tertawa kecil, ketika menggambarkan kehidupan yang terisolasi di Wuhan.

"Bagi saya sebagai dokter, saya tahu cara mengatasi stres," kata spesialis kedokteran nuklir itu.

"Jadi, kami sudah memulai cara menjalani cobaan ini."

Untuk membuat orang tetap tenang, komite Tanzania merekomendasikan hal ini: Berolahraga setidaknya 20 menit sehari -dan jangan menghabiskan terlalu banyak waktu online.

"Kami tidak memiliki seorang siswa asing di sini di Wuhan yang menderita virus, kami belum pernah mendengar kasus apa pun."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Bos Perusahaan Bagikan Bonus Rp400 Miliar, Bantu Karyawan Bayar Cicilan

Internasional
4 hari lalu

Diakui sebagai Negara Merdeka, Somaliland Tunjuk Duta Besar untuk Israel 

Internasional
4 hari lalu

Membelot, Mantan Pilot Jet Tempur F-35 AS Ditangkap karena Latih Pilot Militer China

Nasional
5 hari lalu

Polisi Bongkar Sindikat SMS E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal