Banyak warga yang mengenakan jilbab untuk pertama kalinya.
"Sungguh menakjubkan betapa saya merasa berbeda dalam waktu singkat ketika saya keluar pagi ini," kata Stoakes, kepada AFP.
"Ada banyak tatapan bingung dan beberapa yang sedikit agresif," katanya.
"Saya merasa bangga karena menghormati teman-teman Muslim saya, tetapi saya juga merasa sangat rentan dan sendirian karena saya merupakan satu-satunya orang yang mengenakannya."
"Harus berani untuk melakukan ini setiap hari."
Para perempuan tersebut membanjiri Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya dengan posting-an mereka mengenakan jilbab.
Kate Mills Workman, seorang siswa berusia 19 tahun dari Wellington, memposting foto selfie di Twitter mengenakan jilbab hijau.
"Jika saya bisa, saya akan menghadiri masjid dan berdiri di luar untuk menunjukkan dukungan saya untuk whanau (bahasa Maori, artinya keluarga) Muslim saya, tetapi saya harus kuliah dan saya tidak bisa melewatkannya," katanya kepada AFP, menggunakan istilah bahasa Maori untuk keluarga besar.