Mahathir Sebut Perjanjian Dagang Malaysia-AS yang Diteken Anwar-Trump Tidak Sah

Anton Suhartono
Mahathir Mohamad menegaskan perjanjian dagang yang diteken PM Anwar Ibrahim dengan Donald Trump tidak sah karena melanggar Konstitusi (Foto: Bernama).

KUALA LUMPUR, iNews.id - Ketegangan politik di Malaysia memanas setelah mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menegaskan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) yang diteken Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak sah secara konstitusional. Mahathir bahkan melaporkan Anwar ke polisi atas dugaan pelanggaran hukum dan penyalahgunaan wewenang.

Perjanjian ART ditandatangani pada 26 Oktober 2025 di sela KTT ASEAN, namun sejak awal menuai kritik tajam. Mahathir, yang kini berusia 100 tahun, menilai Anwar tidak memiliki mandat penuh mewakili federasi Malaysia dalam kesepakatan sebesar itu.

Tidak Sah, Tidak Konstitusional

Dalam pernyataannya, Mahathir menyebut Anwar telah bertindak di luar kewenangan. Dia menegaskan perjanjian internasional setingkat ART hanya bisa dilegalkan jika melalui persetujuan empat entitas utama negara, yakni raja atau Yang di-Pertuan Agong, parlemen Dewan Rakyat, Dewan Penguasa, dan eksekutif atau kabinet.

“Perjanjian itu tidak sah karena dia bukan satu-satunya perwakilan federasi,” kata Mahathir, seperti dikutip The Star. 

Menurut dia, tak satu pun dari keempat persetujuan itu diperoleh sehingga kesepakatan Malaysia-AS tersebut bertentangan dengan Konstitusi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Asap Karhutla Ganggu Malaysia-Singapura, BNPB Minta Jangan Saling Menyalahkan

19 jam lalu

Iran: Perang Ekonomi Trump Ancam Kedaulatan Seluruh Dunia

21 jam lalu

Iran Akan Serang Negara-Negara Timur Tengah yang Bantu Perang Ekonomi AS

23 jam lalu

Tolak Mentah-Mentah Ajakan AS Perang Ekonomi Lawan Iran, China: Ilegal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal