Mahathir Sebut Perjanjian Dagang Malaysia-AS yang Diteken Anwar-Trump Tidak Sah

Anton Suhartono
Mahathir Mohamad menegaskan perjanjian dagang yang diteken PM Anwar Ibrahim dengan Donald Trump tidak sah karena melanggar Konstitusi (Foto: Bernama).

Klausul Dirahasiakan, Kekuasaan Malaysia Disebut Tergerus

Mahathir juga mempersoalkan transparansi. Dokumen perjanjian setebal 400 halaman itu tidak pernah dipublikasikan ke masyarakat. Namun dia mengklaim telah melihat poin-poin penting yang menjadi sumber kekhawatirannya.

“Ada banyak klausul yang menyatakan kekuasaan negara kita diserahkan kepada Amerika Serikat,” ujarnya. 

Menurut dia, beberapa ketentuan bahkan memungkinkan Washington menentukan batasan tindakan Malaysia dalam bidang perdagangan.

Isu Bumiputera Jadi Sorotan

Salah satu kritik paling keras Mahathir menyasar klausul terkait status bumiputera atau orang pribumi. Walau tidak disebutkan langsung, Mahathir menilai perjanjian itu pada praktiknya menghapus hak istimewa bumiputera dalam urusan perdagangan jika melibatkan pihak AS.

“Semua hak istimewa bumiputera tidak bisa diberlakukan pada barang atau perdagangan Amerika,” katanya. 

Jika benar, hal itu berarti keuntungan atau keistimewaan yang selama ini diberikan kepada bumiputera, harus secara otomatis diberikan pula kepada perusahaan Amerika.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Influencer Malaysia Aisar Khaled Segera Diperiksa Polisi terkait Laporan Kasus Dugaan Penipuan

2 hari lalu

Trump Klaim Kendalikan Selat Hormuz, Iran: Kalau Berani, Kirim Kapal Perang Anda!

3 hari lalu

Trump Akui Iran Punya Banyak Rudal meski Diserang Habis-habisan

3 hari lalu

Pria WNI Jadi Orang Pertama di Malaysia Dihukum gegara Buang Sampah Sembarangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal