Dzulkefly juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan pembukaan lahan yang terkendali guna mengurangi interaksi manusia dengan monyet.
"(Untuk menangani masalah ini) Kami memerlukan pengawasan terpadu antarlembaga serta edukasi publik yang dilakukan secara berulang," ujarnya.
Selain membahas lonjakan Monkey Malaria, Dzulkefly turut menyinggung persoalan kekurangan tenaga dokter di Sabah yang disebut sebagai bagian dari masalah nasional di Malaysia. Dia menyebut pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus lintas kementerian untuk menangani kebutuhan dokter, dokter spesialis, dan mempertahankan tenaga kesehatan.
Sebanyak 42 dokter pelatihan baru juga telah ditempatkan di Duchess of Kent Hospital, Sandakan. Sekitar 70 persen di antaranya berasal dari Sabah.