Mantan Kepala Intelijen Somalia Ditahan di Djibouti, Ada Apa?

Umaya Khusniah
Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed atau yang kerap disapa Farmaajo. (Foto: Reuters)

Hingga saat ini, otoritas Djibouti belum mengeluarkan alasan penahanan Yasin. 

Pada 6 September, Perdana Menteri Somalia, Mohamed Hussein Roble memecat Fahad Yasin sebagai kepala Badan Intelijen dan Keamanan Nasional (NISA). Itu dilakukan beberapa bulan setelah pembunuhan misterius seorang agen intelijen wanita, Ikran Tahlil.

Perdana menteri memerintahkan jaksa agung untuk menyelidiki pembunuhan agen wanita NISA yang terbunuh pada bulan Juni. Namun, Farmaajo justru meminta Yasin untuk melanjutkan perannya. Dalam sebuah pernyataan, presiden menyebut pemecatan itu ilegal.

Kedua pemimpin, Roble dan Farmaajo, bersitegang atas perekrutan dan pemecatan di lembaga-lembaga keamanan negara. Hal ini memicu ketidakstabilan politik di negara itu. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

WNI di Norwegia Ditahan usai Terlibat Kecelakaan Maut yang Tewaskan 2 Lansia

Internasional
23 hari lalu

Menhan Somalia: Israel Ingin Pindahkan Warga Gaza ke Somaliland

Internasional
23 hari lalu

Organisasi Kerja Sama Islam Tolak Pengakuan Kemerdekaan Somaliland oleh Israel

Internasional
26 hari lalu

Somalia Ungkap 3 Motif Berbahaya Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Singgung Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal