Mantan Pejabat Israel Sebut Nama Netanyahu dalam Skandal Korupsi Mega Proyek Kapal Selam

Arif Budiwinarto
INS Rahav, lapal selam kelas Dolphin, buatan galangan kapal Jerman ThyssenKrupp, berlayar dari pelabuhan Kiel menuju Haifa pada 17 Desember 2015. (foto: Times of Israel)

Penyelidikan skandal yang menyeret nama Netanyahu tekah dihentikan oleh polisi pada Februari 2020.

Namun demikian, Gerakan untuk Pemerintah Israel Berkualitas berencana memasukkan kesaksian Harel yang bocor tersebut ke dalam petisi Pengadilan Tinggi untuk menuntut penyelidikan kriminal terhadap Netanyahu dibuka dalam kasus tersebut.

Statuta pembatasan kasus ini akan berakhir bulan depan, setelah itu pengadilan tidak lagi memiliki yurisdiksi untuk menanganinya jika penyelidikan tidak segera dibuka.

Lebih lanjut, Harel dalam pengakuannya mengatakan pernah menerima dokumen yang ditulis oleh Dewan Keamanan Nasional--yang merupakan bagian dari Kantor Perdana Menteri. Dalam dokumen itu berisi perintah dari Netanyahu kepadanya untuk membatalkan tender bagi perusahaan yang berminat menyediakan kapal, atau menahannua di Jerman dengan cara yang menguntungkan Thyssenkrupp.

"Saya jelaskan bahwa tanpa instruksi tertulis langsung dari perdana menteri dan tand tangannya saya tidak berniat membatalkan tender."

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
5 menit lalu

Menlu Araghchi: Iran Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

Internasional
34 menit lalu

AS Klaim Hancurkan 80% Peluncur Rudal Iran tapi Serangan ke Israel Justru Makin Ganas

Buletin
16 jam lalu

Iran Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Kilang Minyak Bahrain Ikut Meledak

Internasional
1 hari lalu

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: Kita Lihat Saja Apa yang Terjadi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal