Mantan Presiden Brasil 'Sengaja' Dipenjara agar Tak Ikut Pemilu 2018

Nathania Riris Michico
Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bereaksi di Rio de Janeiro, Brasil. (FOTO: Mauro Pimentel/AFP)

RIO DE JANEIRO, iNews.id - Menteri Kehakiman dan jaksa penuntut Brasil bekerja sama untuk menghukum mantan presiden sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, atas tuduhan korupsi. Menurut sebuah laporan, hal itu dilakukan untuk mencegah Lula da Silva ikut dalam pilpres 2018.

Mengutip dokumen yang bocor, situs web Intercept yang didirikan oleh Glenn Greenwald menyatakan, sumber anonim menyediakan materi termasuk chat pribadi, rekaman audio, video dan foto, yang menunjukkan "kesalahan serius, perilaku tidak etis, dan penipuan sistematis" oleh Lula.

The Intercept menyebut, para jaksa penuntut dalam penyelidikan anti-korupsi besar-besaran selama bertahun-tahun yang dikenal sebagai "Car Wash" menyatakan keraguan serius apakah ada cukup bukti untuk menetapkan bahwa Lula bersalah.

Menteri Kehakiman Sergio Moro merupakan hakim antikorupsi yang menjatuhkan hukuman pertama atas Lula pada 2017. Hukuman itu membuat Lula tak bisa mencalonkan diri dalam pilpres yang kemungkinan bakal dimenangkannya.

Presiden Brasil saat ini, Jair Bolsonaro, yang mengatakan selama kampanye bahwa dia berharap Lula akan "membusuk di penjara," kemudian menjadikan Moro sebagai bagian dari kabinetnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Seleb
13 hari lalu

Profil Chappell Roan, Diva Pop Nyentrik yang Viral gegara Kontroversi dengan Anak Jorginho

Seleb
13 hari lalu

Chappell Roan Terlibat Kontroversi dengan Bocah 11 Tahun di Brasil, Kasusnya Viral di Medsos!

Nasional
2 bulan lalu

Prabowo Bertemu Petinggi Embraer Brasil di Istana, Bahas Rencana Beli Pesawat?

Internasional
2 bulan lalu

Ngeri! Petir Sambar Demonstrasi Dihadiri Ribuan Orang di Brasil, Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal