Mantan Presiden Rusia: Amerika Ngajak Perang!

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev menyebut keputusan AS menjatuhkan sanksi kepada Rusia merupakan bentuk perang (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia yang juga mantan presiden, Dmitry Medvedev, menyebut keputusan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi merupakan bentuk perang terhadap negaranya.

Departemen Keuangan AS pada Rabu lalu menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil puluhan anak perusahaan keduanya. Amerika menuduh Rusia tidak memiliki komitmen untuk mengakhiri konflik dengan Ukraina. 

"Ini tidak mengubah poin utama, keputusan yang diambil adalah tindakan perang terhadap Rusia," kata Medvedev, dalam posting-an di Telegram, dikutip Jumat (24/10/2025).

Medvedev juga mengecam pembatalan sepihak oleh Presiden AS Donald Trump yang sedianya bertemu dengan Vladimir Putin di Budapest, Hongaria, dalam waktu dekat. Trump membatakan pertemuan tersebut karena menganggapnya sia-sia sehingga tak ingin membuang-buang waktu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Rp17.387 per Dolar AS

Internasional
10 jam lalu

Iran Surati FIFA Minta Jaminan Tak Singgung Garda Revolusi saat Piala Dunia

Internasional
12 jam lalu

Operasi Militer terhadap Iran Selesai, AS Klaim Semua Tujuan Telah Tercapai

Internasional
13 jam lalu

Harga Minyak Naik, Rupiah Melemah, Barel Sulit Dicari: Bagaimana Strategi Indonesia Seharusnya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal