Marak, Warga Malaysia Kibarkan Bendera Putih 'Menyerah' dengan Covid

Umaya Khusniah
Suasana lockdown di Malaysia. (Foto: Reuters)

Sebagai informasi, lockdown di Malaysia diberlakukan pada 1 Juni dan diperpanjang pada Senin (28 Juni). Lockdown tidak akan dicabut sampai kasus baru harian turun di bawah 4.000. Saat ini, kasus harian Covid terus melebihi angka 5.000.

Kementerian Kesehatan menyatakan telah menerima lebih dari 122.000 panggilan melalui hotline bantuannya sejak Januari. Warga meminta dukungan emosional dan psikologis terkait hilangnya pekerjaan dan pendapatan serta masalah keluarga dan perkawinan.

Pihak berwenang juga telah mencatat ada 336 kasus bunuh diri antara Januari dan Maret, atau rata-rata sekitar empat kasus setiap hari.

Penolakan kampanye pengibaran bendera putih datang dari pemimpin Parti Islam Se-Malaysia, Nik Abduh Nik Aziz. Dia menyerukan agar rakyat tidak mudah mengaku kalah. Dia malah mendesak mereka untuk berdoa. 

Penolakan tersebut justru telah memicu kemarahan warga net di media sosial. 

"Diam saja, tidak perlu menggunakan doa dan agama untuk menutupi Anda dan inefisiensi dan kegagalan pemerintah Anda. Orang-orang menghadapi kesulitan, jika Anda bisa membantu, tolong. Jika tidak, tutup mulut," kata pengguna Twitter @nandinibalakrishnan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

4 hari lalu

Influencer Malaysia Aisar Khaled Segera Diperiksa Polisi terkait Laporan Kasus Dugaan Penipuan

5 hari lalu

Pria WNI Jadi Orang Pertama di Malaysia Dihukum gegara Buang Sampah Sembarangan

5 hari lalu

Geger Korupsi Dana Haji Malaysia! Mantan Menteri Agama Dituduh Selewengkan Rp3,7 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal