Masjid Biru dan Makam Imam Bukhari, Jejak Diplomasi Soekarno di Rusia

Anton Suhartono
Masjid Raya Saint Petersburg atau Masjid Biru dipenuhi jamaah saat Ramadan (Foto: AFP)

Permintaan itu diamini Soekarno. Tapi sebelum pulang ke Tanah Air, dia meminta kepada pemimpin Uni Soviet kala itu, Nikita Khrushchev, untuk mengembalikan fungsi masjid. Khrushchev pun memenuhi permintaan Soekarno. Tak lama kemudian, menara-menara Masjid Biru kembali menggemakan suara azan.

Masjid Biru dibangun oleh arsitek Nikolai Vasilyev atas izin Tsar Nikolai II pada 1907. Vasilyev memberi ornamen berwarna toska pada kubahnya. Inilah yang membuatnya disebut Masjid Biru.

Selain Masjid Biru, ada jejak Islam lainnya di Rusia yang berhasil diungkap, atas peran Soekarno. Pada 1961, Khrushchev mengundang Soekarno ke Moskow.

Dia bersedia datang tapi meninggalkan syarat, yaitu Khrushchev harus dapat menemukan makam seorang perawi hadits Nabi Muhammad SAW, Imam Bukhari. Khrushchev pun memerintahkan jajarannya untuk menemukan makam.

Pada awalnya, Khrushchev gagal memenuhi permintaan Putra Sang Fajar. Soekarno pun tetap berkomitmen, tak akan berangkat sampai makam Imam Bukhari ditemukan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Bahlil Sebut Negosiasi Pembelian LPG dari Rusia Masih Alot, Ada Apa?

Nasional
4 hari lalu

Bahlil: Minyak dari Rusia Siap Dikirim Bulan Ini

Nasional
4 hari lalu

Kabar Baik! Indonesia bakal Dapat Pasokan Minyak dari Rusia

Internasional
5 hari lalu

Krisis Timur Tengah, Diam-Diam Putin Buka Komunikasi dengan Pemimpin Israel hingga AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal