Media AS: Jaringan Rahasia Mata-Mata Amerika dan NATO Terlibat Perang Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Ukraina mendapatkan bantuan intelijen dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat dalam menghadapi pertempuran dengan Rusia. (Grafis: iNews.id)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya juga menyatakan, selama berlangsungnya operasi tersebut hanya infrastruktur militer Ukraina yang akan menjadi sasaran.

Sejak awal konflik Ukraina, pihak Barat dan sekutunya telah memasok banyak persenjataan dan peralatan militer ke Kiev. Tak terkecuali Amerika Serikat dan Inggris, yang masing-masing telah menghabiskan sekitar 6,3 miliar dolar AS dan 2,5 miliar dolar AS untuk bantuan militer ke negara bekas Soviet itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
7 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

7 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

8 hari lalu

Trump Blak-blakan Ingin Maju Pilpres AS 2028, tapi...

8 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal