Mediterania Makin Memanas, Prancis Desak Eropa Bersatu Lawan Turki

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: AFP)

Dia menyatakan, saat ini Turki tidak lagi menjadi mitra di wilayah Mediterania Timur karena perilakunya, meskipun dia berharap untuk memulai kembali dialog yang bermanfaat dengan Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (5/9/2020) pekan lalu kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Yunani atas ketegangan hubungan kedua negara yang semakin membara terkait klaim atas perairan Mediterania Timur. Sehari sebelumnya, pasukan militer Turki meluncurkan latihan di wilayah laut yang diperebutkan tersebut.

Turki dan Yunani, yang keduanya sama-sama anggota NATO, terlibat dalam perselisihan yang kian memanas sejak Turki mengerahkan kapal eksplorasi minyak dan gas bumi di Laut Mediterania, bulan lalu. Selain keduanya, Siprus juga ikut memperebutkan perairan yang potensial akan SDA itu.

Macron menuduh Turki telah meningkatkan provokasi dengan cara yang tidak layak untuk negara yang hebat. “Rakyat Turki adalah orang-orang hebat dan pantas mendapatkan sesuatu yang lain,” katanya.

Namun dalam jawaban yang tegas, Kementerian Luar Negeri Turki menggambarkan komentar Macron itu sebagai keangkuhan dan tanda kelemahan dan keputusasaannya sendiri.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 jam lalu

Dievakuasi dari Pesawat Air Force One, Trump: Saya Nurut Dinas Rahasia

18 jam lalu

Trump Akhirnya Ngaku Dievakuasi dari Pesawat Air Force One gegara Ancaman Serangan Iran

2 hari lalu

Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik

2 hari lalu

Terungkap! Trump Diam-Diam Dievakuasi dari Pesawat Air Force One di Turki gegara Ancaman Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal