Serangan tersebut menewaskan 14 orang, sementara satu lainnya berhasil diselamatkan. Pentagon menyebut operasi itu sebagai bagian dari kampanye besar melawan perdagangan narkoba dan terorisme di bawah Komando Selatan AS (SOUTHCOM).
Namun, data yang dirilis menunjukkan skala operasi AS meningkat drastis. Sejak awal September, sedikitnya 14 kapal telah dihancurkan dan 60 orang tewas akibat serangan militer AS di perairan Karibia dan Pasifik.
Negara Amerika Latin Mengecam, Meksiko Terdepan
Langkah agresif AS itu memicu kemarahan sejumlah negara Amerika Latin dan Karibia, yang menilai operasi tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional yang sah. Mereka menuding Washington bertindak seperti polisi global dan melanggar kedaulatan maritim negara-negara di kawasan.
Meksiko menjadi negara pertama yang secara resmi memanggil Dubes AS untuk menyampaikan protes diplomatik.
Meksiko Tegaskan Kedaulatan dan Diplomasi Damai
Dalam pernyataan resminya, Presiden Sheinbaum menegaskan Meksiko akan selalu mengedepankan diplomasi dan kerja sama multilateral, bukan kekerasan militer.