Melunak, Maduro Siap Dialog dengan Oposisi Pascapercobaan Kudeta

Anton Suhartono
Nicolas Maduro (Foto: AFP)

Sebelumnya, Maduro menolak ultimatum dari negara Eropa untuk menyelenggarakan pemilu. Spanyol, Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman mengancam akan mengakui pemerintahan sementara Guaido jika Maduro tak menggelar pemilu dalam waktu 8 hari sejak pekan lalu.

"Mereka harus mencabut ultimatum itu. Tida ada satu pihak pun yang bisa memberikan ultimatum," kata Maduro, Senin (28/1/2019).

"Venezuela tak terikat dengan Eropa. Ini benar-benar penghinaan," kata dia, seraya menambahkan bahwa ultimatum itu merupakan kesalahan.

Maduro baru dilantik Januari ini setelah memenangkan pemilu yang kontroversial pada Mei 2018. Namun oposisi Venezuela tak mengakui kemenangan Maduro.

Puncaknya, tokoh oposisi yang juga pemimpin parlemen Majelis Nasional Juan Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela pada pekan lalu. Guaido didukung Amerika Serikat, sebagian besar negara Amerika Latin, dan Eropa.

Sementara itu, Maduro mendapat dukungan atas legitimasi pemerintahannya, di antaranya dari Rusia, China, Turki, dan Kuba.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 3.500 Orang, 30.000 Lebih Masih Hilang

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Kisah Sekuriti Mal Selamat setelah 8 Hari Terkubur di Bawah Gedung 9 Lantai

57 tahun lalu

Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal