“Kita dengan mudah dapat mempelajari konsep-konsep dan teknologi baru lewat internet,” ujarnya.
Kondisi ini, lanjut dia, justru menjadi tantangan bagi para dosen.
"Seorang dosen tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tapi juga peramu dan pembawa ilmu," katanya.
Menurut dia, media seperti internet, game, virtual reality, dan lainnya hanyalah perantara. Dia tidak boleh hanya mengambil isi buku, artikel, atau video, sebagai materi pengajaran, tapi meramunya dari beberapa sumber, termasuk pengalaman dan sudut pandang pribadi.
Hendro memperoleh gelar Dr Ing di bidang teknologi mesin dari Institut Teknologi Karlsruhe, Jerman. Dia dinobatkan sebagai profesor di Universitas Jacobs saat masih berusia 38 tahun.
Meski baru sekitar 3 tahun mengajar di kampus itu, dia berhasil memperoleh predikat dosen terbaik. Selain menjadi dosen, Hendro menjabat sebagai Head of Research Group for Intelligent Data Management for Industry 4.0 (INDEED) di kampus.