Mengapa Gempa M6,8 Maroko Sangat Menghancurkan dan Mematikan? Ini Analisis BMKG

Anton Suhartono
BMKG menganalisis gempa bumi di Maroko yang menewaskan sedikitnya 820 orang, di antaranya banyaknya bangunan tua (Foto: Reuters)

Menurut Daryono, gempa Maroko kali ini mengingatkan pada guncangan dahsyat di Agadir, dengan kekuatan 5,8 pada 29 Februari 1960. Meski magnitudonya relatif kecil, gempa merusak Agadir menewaskan lebih dari 10.000 orang. Itu menjadi gempa paling mematikan dalam sejarah Maroko.

Sementara itu dilihat dari kekuatannya, gempa kali ini sebanding dengan guncangan yang menghancurkan Kota Meknes yakni bermagnitudo 6,5 hingga 7 yang terjadi pada 27 November 1755.

Gempa Meknes 1755 menewaskan ribuan orang karena melanda pegunungan dengan banyak sebaran permukiman pedesaan dan kota-kota kecil yang di dalamnya banyak bangunan berstruktur lemah. Selain itu, gempa kuat kali ini terjadi menjelang pergantian hari saat banyak warga beraktivitas di rumah.

Berdasarkan pemantauan, lanjut Daryono, hingga pukul 16.25 WIB hasil monitoring gempa Maroko telah terjadi beberapa kali aktivitas gempa susulan dengan satu kali bermagnitudo M4,9. Itu terjadi 19 menit setelah gempa utama yakni pada pukul 05.30 WIB.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Gempa Besar M6,6 Guncang Antartika, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Nasional
2 hari lalu

BMKG Gelar Pemantauan Hilal Idulfitri di 37 Titik Hari Ini

Nasional
4 hari lalu

Prakiraan Cuaca 17 Maret 2026, BMKG: Waspada Hujan Sangat Lebat di NTT-Sulbar!

Nasional
7 hari lalu

BMKG: Indonesia Masuk Masa Pancaroba saat Periode Libur Lebaran 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal