Poseidon, drone torpedo nuklir Rusia yang bisa ratakan satu kota (Foto Rendering: Kemhan Rusia)
Tika Vidya Utami

JAKARTA, iNews.id - Poseidon, drone torpedo berkemampuan nuklir, dalam hal senjata dan tenaga penggerak, menjadi andalan baru Rusia untuk pertempuran bawah laut maupun permukaan. Kekuatan militer Rusia tak perlu diragukan keandalannya, di darat, laut, maupun udara. Negara itu selalu mengembangkan teknologi militer, melakukan inovasi-inovasi untuk menghasilkan senjata-senjata baru.

Salah satu senjata baru yang dikembangkan, bahkan belum ada negara lain yang membuatnya, adalah drone torpedo nuklir, Poseidon.  Drone ini diperkanalkan beberapa tahun lalu.

Poseidon merupakan Torpedo Otonom Bersenjata dan Bertenaga Nuklir Antarbenua. Ini merupakan torpedo raksasa yang dapat menghantam serta menghancurkan kota-kota di pesisir pantai. 

Dibandingkan dengan rudal balistik antarbenua, Poseidon lebih lambat namun mempunyai dampak kehancuran tak terbendung. Rusia menyatakan, Poseidon dapat digunakan sebagai senjata nuklir taktis melawan kapal perang.

Pertama kali diluncurkan pada 2015, Poseidon dikenal sebagai Status-6. Senjata ini memiliki panjang sekitar 20 meter dan dapat menyelam hingga kedalaman 1.000 meter serta jangkauan jelajah 10.000 kilometer. Kemampuannya beroperasi di bawah air sangat cepat sehingga sulit dideteksi. 

Seorang jurnalis teknologi David Hambling mengatakan kepada Euronews, Poseidon adalah torpedo yang mempunyai jangkauan sangat jauh serta melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi sambil menggendong hulu ledak nuklir.

Poseidon disebut juga drone lantaran dapat bernavigasi secara mandiri, bahkan dikendalikan dari jarak jauh. Torpedo ini dibuat dari material titanium yang memungkinkan dapat menahan tekanan ekstrem di kedalaman laut. Diperkirakan, Poseidon mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 90 kilometer per jam, dua kali lebih cepat dari kapal selam konvensional serta jauh lebih sulit dilacak. 

Hulu ledak nuklir Poseidon dapat mencapai 2 megaton atau 100 kali kekuatan bom atom Hiroshima yang dijatuhkan Amerika Serikat saat Perang Dunia II. 

Menurut Hambling, apabila Poseidon diarahkan ke pelabuhan serta diledakkan dekat pantai bisa menghancurkan satu kota. Namun mungkin tidak merusak lebih dari itu dan tentu tidak melebihi kerusakan nuklir ukuran besar. 

Seorang pengamat dari sebuah lembaga pertahanan Inggris, Sidrath Kaushal, mengatakan Poseidon bisa memusnahkan populasi di kota pesisir serta menghancurkan sebagaian besar kapal induk di laut. 

Serangan Poseidon akan mengeluarkan awan radiokatif raksasa di laut yang menyebabkan kehancuran suatu wilayah.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT