Mengenal Sistem Pertahanan Patriot yang Digunakan Arab Saudi Cegat Rudal Houthi

Anton Suhartono
Patriot merupakan salah satu sistem pertahanan udara paling canggih di dunia (Foto: AP)

Satu baterai Patriot memiliki jumlah rudal pencegat siap tembak yang terbatas. Pengisian ulang amunisi juga membutuhkan waktu.

Ketika banyak rudal dan drone datang secara bersamaan, pasukan pertahanan harus melacak sejumlah ancaman sekaligus dan menentukan sasaran mana yang harus dicegat.

Kondisi tersebut membuat kemampuan pertahanan udara tidak hanya bergantung pada kecanggihan rudal pencegat, tetapi juga pada kemampuan radar mendeteksi ancaman, kecepatan pengambilan keputusan, ketersediaan amunisi, serta koordinasi antarsistem pertahanan.

Dengan demikian, keberadaan Patriot tidak otomatis membuat suatu wilayah kebal terhadap serangan rudal dan drone. Ancaman yang datang dari ketinggian rendah, memiliki karakteristik sulit dideteksi, atau diluncurkan secara serentak dapat memperbesar tantangan bagi sistem pertahanan udara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Arab Saudi Tak Gentar Kilang Minyak Diserang Houthi: Seperti Burung Phoenix, Bangkit dari Abu!

8 jam lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker

13 jam lalu

Peawat Jatuh di AS Tewaskan 6 Orang, Pilot Laporkan Ada Es di Sayap

13 jam lalu

AS Ikut Lobi Saudi agar Terima Bantuan Israel Lawan Houthi, Pangeran MBS Tetap Menolak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal