Menkeu AS Sebut Militer Iran Hancur 100%, Teheran: Tak Masuk Akal

Anton Suhartono
Wamenlu Iran Kazem Gharibabadi membanta klaim Scott Bessent bahwa AS telah melumpuhkan kekuatan militer Iran (Foto: AP)

"Apakah ini sebuah kemenangan atau pengakuan atas kekalahan Amerika?" tulisnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Bessent mengatakan AS memasuki tahap baru dalam tekanan terhadap Iran melalui perang ekonomi. Dalam opini yang diterbitkan Financial Times pada Minggu (23/8/2026), Bessent menyebut langkah tersebut sebagai "serangan finansial terbesar yang pernah dilakukan terhadap musuh".

Bessent juga mengatakan, operasi ekonomi itu merupakan kelanjutan dari serangkaian tindakan AS yang sebelumnya diklaim telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik senjata, dan mengubur program nuklir negara tersebut.

AS juga akan memberlakukan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Iran. Bessent dijadwalkan menjelaskan secara rinci daftar sanksi baru tersebut pada Senin (24/8/2026) waktu AS.

Presiden AS Donald Trump menyebut kebijakan itu sebagai operasi ekonomi yang bertujuan menekan Iran melalui jalur perdagangan dan keuangan. Sanksi tersebut diperkirakan akan semakin mengisolasi Iran dari sistem perdagangan dan keuangan global.

Trump bahkan menyebut perang ekonomi terhadap Iran sebagai sesuatu yang belum pernah dialami negara mana pun sebelumnya.

Namun, Teheran menilai langkah tersebut tidak akan membuat Iran menyerah. Gharibabadi mengatakan tekanan ekonomi AS akan gagal mencapai tujuan sebagaimana operasi militer sebelumnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

3 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

3 hari lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal