TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika SerikatMarco Rubio menilai Iran keliru jika beranggapan hasil pemilu paruh waktu AS pada November mendatang akan memengaruhi kebijakan perang.
Menurut Rubio, Iran mungkin memahami bahwa hasil pemilu sela, sekalipun Kongres dikuasai Partai Demokrat, bisa membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk bertindak terhadap Iran.
"Menurut saya, Iran memiliki anggapan keliru bahwa Partai Demokrat akan menang pada November, dan presiden tidak akan lagi bisa mengambil tindakan terhadap mereka," kata Rubio, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (25/9/2026).
Rubio menilai, Iran tampaknya tidak memahami pembagian kekuasaan di AS. Meski Kongres memegang peran penting dalam membuat keputusan perang, presiden tetap memiliki wewenang luas terkait masalah keamanan nasional.
"Terkait keamanan nasional negara kita, serta penerapan sanksi maupun penggunaan kekuatan militer, presiden memiliki kekuasaan luar biasa," ujarnya, merujuk pada peran Trump sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS.