Dia melanjutkan, hasil pemilu tidak akan mengubah pendekatan Trump, seraya menggambarkan program nuklir Iran sebagai masalah keamanan nasional, bukan sekadar urusan politik dalam negeri.
"Baginya, masalah Iran bukan (sekadar) isu politik," ujarnya.
Rubio menilai, presiden-presiden AS dan sebagian besar negara telah sepakat selama hampir 5 dekade bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, namun berulang kali gagal mengambil tindakan yang sesuai.
Menurut dia, Trump siap untuk bertindak meski ada risiko atau harga mahal yang harus dibayar. Pasalnya, dampak jika gagal mencegah Iran memiliki senjata nuklir akan jauh lebih besar.
Sebelumnya Trump mengungkapkan keyakinan bahwa AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran setelah pemilu yang akan digelar pada 3 November.
"Saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilu karena tidak masuk akal bagi mereka untuk tidak melakukannya," kata Trump, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada 22 September lalu.
Trump melanjutkan, para pemimpin Iran menunggu untuk melihat kinerja Partai Republik dalam pemilu, menang atau kalah.