Menlu China Sebut Hubungan Negaranya dengan AS Berada di Persimpangan Jalan

Anton Suhartono
Wang Yi (Foto: AFP)

SHANGHAI, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) ChinaWang Yi menilai hubungan negaranya dengan Amerika Serikat (AS) berada di persimpangan jalan yang baru. Hubungan kedua negara akan membaik, kembali ke jalurnya setelah melewati periode sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu berada di titik terendah terkait beberapa isu, seperti perang dagang, masalah Hong Kong, Taiwan, dan muslim Uighur, serta wabah virus corona.

Dalam langkah terbaru, AS memasukkan belasan perusahaan China dalam daftar hitam karena memiliki hubungan dengan militer.

Dalam wawancara dengan beberapa media pemerintah, Sabtu (2/1/2021), Wang mengatakan kebijakan AS baru-baru ini terhadap China telah merugikan kepentingan kedua negara serta membawa bencana besar bagi dunia. Namun sekarang ada kesempatan bagi kedua pihak untuk membuka jendela harapan dan memulai babak baru untuk berdialog.

Wang tidak menyebut nama Donald Trump atau Joe Biden dalam wawancara itu. Namun terpilihnya Biden sebagai presiden AS diharapkan bisa memperbaiki bahkan meningkatkan hubungan kedua negara selama  4 tahun berada di masa sulit.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
22 jam lalu

Nah, Trump Tolak Dukung Netanyahu Lagi di Pemilu Israel

2 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

3 hari lalu

Iran Tunggu Jawaban AS soal Proposal Terbaru Pembukaan Selat Hormuz

3 hari lalu

Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal