Menlu Retno Marsudi: Indo-Pasifik Jangan Sampai Jadi Medan Perang!

Anton Suhartono
Menlu RI Retno Marsudi menegaskan Indo-Pasifik tak boleh menjadi medan perang (Foto: Kemlu RI)

“Bayangkan EAS sebagai sebuah kereta, dan komitmen kita terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) dan Bali Principles sebagai rel kereta. Kita harus memastikan jalan kita berpapasan, bukan saling menghalangi,” ujarnya.

Dia menegaskan semua pihak harus bekerja sama untuk menjembatani, menanamkan kepercayaan, dan membangun arsitektur kawasan yang inklusif. 
Perbedaan yang ada tidak boleh menjadi pemisah, melainkan memperkaya upaya kolektif dan menjadi kekuatan.

Pada kesempatan itu, Retno mengutip falsafah ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang mengandung makna dari perbedaan bisa tercipta harmoni untuk mewujudkan agenda bersama.

“Kita bersama-sama di kereta EAS, dan setiap orang dipersilakan naik,” tuturnya.

Sementara itu, dalam pernyataan nasional Indonesia, Retno menggarisbawahi dua hal. Pertama, apresiasi atas dukungan dan penghormatan terhadap sentralitas ASEAN. ASEAN yang bersatu (ASEAN yang matters) akan membawa manfaat tidak hanya untuk kawasan, tapi juga dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Prabowo bakal Bicara soal Pandangan RI saat Hadiri KTT BRICS di India

2 hari lalu

Indonesia Prihatin Konflik di Yaman Memanas, Serukan Upaya Diplomasi

5 hari lalu

Pepabri: Indonesia Tersendat Jadi Bangsa Besar karena Banyak Kegaduhan

8 hari lalu

Prabowo Bertemu Dubes AS untuk ASEAN di Hambalang, Apa yang Dibahas?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal