Menlu Retno Marsudi: Indo-Pasifik Jangan Sampai Jadi Medan Perang!

Anton Suhartono
Menlu RI Retno Marsudi menegaskan Indo-Pasifik tak boleh menjadi medan perang (Foto: Kemlu RI)

“Bayangkan EAS sebagai sebuah kereta, dan komitmen kita terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) dan Bali Principles sebagai rel kereta. Kita harus memastikan jalan kita berpapasan, bukan saling menghalangi,” ujarnya.

Dia menegaskan semua pihak harus bekerja sama untuk menjembatani, menanamkan kepercayaan, dan membangun arsitektur kawasan yang inklusif. 
Perbedaan yang ada tidak boleh menjadi pemisah, melainkan memperkaya upaya kolektif dan menjadi kekuatan.

Pada kesempatan itu, Retno mengutip falsafah ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang mengandung makna dari perbedaan bisa tercipta harmoni untuk mewujudkan agenda bersama.

“Kita bersama-sama di kereta EAS, dan setiap orang dipersilakan naik,” tuturnya.

Sementara itu, dalam pernyataan nasional Indonesia, Retno menggarisbawahi dua hal. Pertama, apresiasi atas dukungan dan penghormatan terhadap sentralitas ASEAN. ASEAN yang bersatu (ASEAN yang matters) akan membawa manfaat tidak hanya untuk kawasan, tapi juga dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

BMKG: 72,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Jateng Terkering

3 hari lalu

Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik 

5 hari lalu

Purbaya soal Tarif Trump 10 Persen: Bagus, tapi Persaingan Sama Saja

6 hari lalu

Prabowo: Politik Luar Negeri RI Non-Blok, Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal