“Kami telah berulang kali menyerukan agar wilayah Teluk dan Timur Tengah bebas dari senjata pemusnah massal. Kami meminta Iran untuk berkomitmen pada janji nuklir dan mengintensifkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional. Kami akan terus bekerja sama dengan sekutu dan mitra untuk memastikan hal itu,” katanya.
Iran meningkatkan kemampuan nuklirnya setelah Amerika Serikat (AS), di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, menarik diri dari Kesepakatan Rencana Aksi Bersama (JCPOA) pada 2018. Kesepakatan yang juga diteken China, Rusia, Inggris, Jerman, dan Prancis itu mengharuskan Iran untuk membatasi program nukirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.
Setelah menarik diri dari JCPOA, AS kembali menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran.
Pemerintahan Presiden Joe Biden berupaya membawa kembali AS dan Iran ke kesepakatan tersebut. Namun pertemuan yang digelar beberapa kali belum mencapai kata sepakat.