Menlu Turki Sebut Presiden Prancis Macron Histeris soal Konflik Libya dan Suriah

Anton Suhartono
Mevlut Cavusoglu (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Menteri Luar Negeri TurkiMevlut Cavusoglu menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron histeris terkait perkembangan konflik di Libya, Suriah, serta perselisihan batasan laut di Mediterania Timur.

Hubungan antara dua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu memburuk terkait perbedaan kebijakan soal konflik Suriah, perselisihan di Libya, serta sengketa wilayah laut Turki dengan Yunani yang kaya sumber energi.

Turki menuduh Prancis mendukung kelompok Khalifa Haftar di Libya dalam melawan pemerintah yang diakui resmi oleh PBB, namun Prancis membantah.

Turki dan Prancis juga nyaris bertikai pada Juni lalu. Pemicunya, kapal perang Prancis berusaha menggeledah kapal Turki sebagai bagian dari embargo senjata PBB terhadap Libya.

"Di Libya mereka (Prancis) mendukung pemberontak Haftar dan membuat kesalahan besar. Banyak hal yang berubah, keseimbangan bergeser, Haftar dikalahkan dan Macron menjadi histeris," kata Cavusoglu, dikutip dari AFP, Jumat (4/9/2020).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal