Menlu Turki Sebut Presiden Prancis Macron Histeris soal Konflik Libya dan Suriah

Anton Suhartono
Mevlut Cavusoglu (Foto: AFP)

Cavusoglu menambahkan, Turki menggagalkan harapan Prancis agar Haftar merebut ibu kota Libya, Tripoli, dengan memberikan bantuan militer kepada pemerintahan syah di bawah Government of National Accord (GNA).

Dalam kondisi histeris itu, lanjut Cavusoglu, Macron tidak tahu harus berbuat apa.

Sejauh ini belum ada komentar disampaikan Istana Elysee atau Kementerian Luar Negeri Prancis terkait pernyataan Cavusoglu.

Prancis juga mendukung Yunani di Mediterania timur serta bergabung dalam latihan militer dengan Italia dan Siprus di tengah meningkatnya konflik.

Cavusoglu mengatakan Prancis merupakan negara yang paling memprovokasi Yunani di Mediterania timur serta mendesak segera bekerja sama untuk mencapai stabilitas regional.

“Tidak perlu perilaku histeris seperti itu dari Prancis, membuat mereka terlihat menggelikan. Kami adalah dua negara anggota NATO," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal