Milisi Ukraina Serang Wilayah Rusia Pakai Humvee, Ini Kata Jenderal AS

umaya
Amerika Serikat menyesalkan kabar tindakan Ukraina yang telah menggunakan bantuan militer AS untuk menyerang wilayah Rusia. (Foto: rferl.org)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menyesalkan kabar tindakan Ukraina yang telah menggunakan bantuan militer AS untuk menyerang wilayah Rusia. Padahal AS telah lama meminta Ukraina tidak melakukan tindakan tersebut. 

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Angkatan Darat Mark Milley pada Kamis (25/5/2023) mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki citra kendaraan dan perangkat keras militer yang beredar di media sosial dalam serangan lintas perbatasan oleh milisi di wilayah Belgorod, Rusia, Senin (22/5/2023).

"Saya tidak bisa mengatakan dengan akurat saat ini apakah itu peralatan yang dipasok AS atau tidak, apa sifat serangan itu, siapa melakukan apa kepada siapa," kata Milley pada konferensi pers di Pentagon.

Dia menekankan, pihaknya telah meminta Ukraina untuk tidak menggunakan peralatan yang dipasok AS untuk serangan langsung ke Rusia. AS membatasi dukungan ke Ukraina hanya  untuk memastikan pertahanan diri Kiev terhadap pasukan Rusia di dalam Ukraina.

"Kenapa begitu? Karena kami tidak mau - ini adalah perang Ukraina. Ini bukan perang antara Amerika Serikat dan Rusia. Ini bukan perang antara NATO dan Rusia," kata Milley.

Sebelumnya, Rusia menuduh milisi pro-Ukraina menggunakan kendaraan lapis baja AS dalam serangan di Belgorod. Rekaman beberapa kendaraan hancur yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan perangkat keras militer buatan AS seperti truk militer Humvee.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
14 jam lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
16 jam lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Internasional
17 jam lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal