Militer Israel Buru 1.000 Pemuda Yahudi Ultra-Ortodoks yang Tolak Dikirim Perang ke Gaza

Anton Suhartono
Militer Israel mengeluarkan 1.126 surat perintah penangkapan kepada pemuda Yahudi ultra-ortodoks yang mangkir dari wajib militer (Foto: AP)

Lebih Baik Mati daripada Perang

Bentrokan pecah antara polisi dan pengunjuk rasa Yahudi ultra-Ortodoks di Bnei Brak, sebelah timur Tel Aviv, pada Minggu (17/11/2024). 

Para demonstran membawa plakat bertuliskan, "Lebih baik mati sebagai orang Yahudi yang religius daripada hidup sebagai orang sekuler" dan "Kematian ketimbang wajib militer." 

Yona Kaye, seorang demonstran, mengatakan para pemuda berunjuk rasa karena pemerintah Israel ingin merekrut orang-orang religius ke dalam tentara.

"Sejarah kami penuh dengan orang-orang Yahudi yang telah menyerahkan hidup mereka untuk tetap religius. Kami akan mati. Kami akan mendekam di penjara untuk jangka waktu lama, tetapi tidak akan menjadi tentara Israel yang berarti menjadi tidak beragama," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Denny Indrayana cs Dinilai Tak Punya Legal Standing Gugat Ijazah Gibran ke MK

2 hari lalu

Netanyahu Sebut Musuh-Musuh Akan Serang Israel Jelang Pemilu Oktober

2 hari lalu

Perkara Gibran Dinilai Bukan Cuma soal Ijazah, Denny Indrayana Ungkap 5 Pelanggaran Konstitusi

2 hari lalu

Uni Emirat Akhirnya Akui Netanyahu Temui Presiden Sheikh MBZ di Abu Dhabi, Ini yang Dibahas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal